Belum Masa Kampanye, Calon Sudah Hambur Ratusan Miliar (Cost Politik Itu Termahal Di Makassar)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pilwalkot Makassar terbilang prestise. Belum juga masuk masa kampanye, sejumlah pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, sudah terlihat jor-joran menghamburkan uang. Tidak tanggung-tanggung, dari keseluruhan kegiatan yang dilakukan kontestan hingga kemarin, mereka sudah menghamburkan puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Besarnya dana ini, terutama bagi kandidat yang telah melakukan sosialisasi dirinya sejak sekitar dua tahun lalu. Pandangan ini, salah satunya datang dari pengamat politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad. “Biaya politik masing-masing kandidat, diperkirakan puluhan hingga ratusan miliar. Artinya ada kandidat yang mengeluarkan biaya lebih karena biaya politik memang tinggi terutama di Makassar,” terangnya kepada Rakyat Sulsel, malam tadi. Menurut Firdaus, tingginya biaya yang harus dikeluarkan oleh masing-masing pasangan calon disebabkan karena kondisi Kota Makassar. “Biaya sosialisasi sangat tinggi terutama karena kondisi Kota Makassar yang padat, serta beragamnya latar pemilih,” ujarnya. Hanya saja, besarnya biaya yang dikeluarkan oleh seluruh pasangan calon ini, menurut Firdaus, bukanlah jaminan popularitas dan elektabilitas pasangan calon juga akan tinggi. Dengan kondisi politik seperti ini, lanjut Firdaus, yang justru harus dikhawatirkan adalah proses money politics. “Ini jadi ancaman serius yang harus diwaspadai. Jangan sampai masyarakat memilih karena uang bukan program atau aspek rasional lainnya,” tandasnya. Besarnya cost politic di Kota Makassar juga diakui beberapa lembaga survei. Untuk bisa bersaing di Pilwalkot Makassar, para kandidat setidaknya harus menyiapkan cost politic yang cukup besar, kisaran Rp 10 miliar hingga Rp 25 miliar. Manager Strategi Jaringan Suara Indonesia (JSI), Irfan Jaya, menuturkan, cost politic sifatnya mutlak harus disiapkan oleh para kandidat kepala daerah bila ingin bersaing di Pemilukada. “Dan untuk konteks Pilwalkot, agar bisa berkompetisi di level menengah ke atas, maka minimal cost politic yang harus disiapkan kandidat itu paling sedikit Rp 10 miliar. Cost itu sudah mulai digunakan sejak empat bulan sebelum hari H,” kata Irfan, malam tadi. Meski begitu, Irfan membeberkan, kekuatan finansial bukanlah jaminan untuk memenangkan Pilwalkot. Namun tanpa kekuatan finansial pula, pergerakan mesin pemenangan kandidat tentu akan berjalan lambat. Pasalnya cost politic diibaratkan seperti pelumas dalam kerja-kerja pemenangan. Begitupun bagi Direktur Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir. Menurutnya untuk bisa bersaing di Pilwalkot, seorang kandidat setidaknya harus menyiapkan dana Rp 25 miliar sebagai cost politic. “Untuk bisa bersaing kuat sampai finish setidaknya satu kandidat butuh Rp 20 M– Rp 25 M. dana itu sudah mengcover seluruh kebutuhan pemenangan, mulai dari pencitraan sampai mobilisasi,” kata Suwadi. Suwadi menjelaskan, untuk pencitraan dana yang dibutuhkan kandidat tergolong kecil, Rp 5 miliar sudah mencukupi untuk jor-joran melakukan pencitraan di media massa dan atribut baliho. “Tapi mobilisasi itulah yang butuh banyak cost. Kira-kira mobilisasi baru bisa efektif untuk konteks Pilwalkot Makassar, bila dana yang disipakan tidak kurang dari Rp 15 M – Rp 20 M,” tandasnya. Suwadi melanjutkan, besarnya kekuatan finansial kandidat juga bukan jaminan kemenangan, namun hanya sekadar memastikan bahwa mesin pemenangan bergerak. “Managemen dalam penggunaan cost politic ini pun harus bijak dan strategis, bukan hanya asal buang. Makanya bila yang mengelola dana itu adalah konsultan politik berpengalaman, maka tentu cost itu akan efektif. Tapi kalau gunakan juga tidak berpengalaman, mungkin sama saja buang garam ke laut,” tambahnya. Direktur Celebes Research Center (CRC) Herman Heizer melihat cost politic itu diukur dari banyaknya tim dan relawan yang bekerja, sehingga semua akan terukur dari gerakan pemenangan tim. “Karena jika tim bekerja massif secara otomatis maka dana cost akan meningkat, ditambah lagi dengan banyaknya calon yang akan bertarung,” jelasnya. Sementara itu, pasangan SuKa mengaku sebagai kandidat yang cost politiknya terbilang hemat dibanding Cawalkot lainnya. Direktur SuKa Media Center (SMC) Rahman Pina, menuturkan hal tersebut, via pesan singkat, tadi malam. “SuKa mungkin kandidat yang paling irit dalam biaya sosialisasi dibanding kandidat lainnya. Bahkan ada yang sampai iklan Ramadhan-nya saja blocking time signal sampai ratusan juta rupiah. Tapi dengan biaya yang sangat minim pun, tren survei kita terus bergerak naik. Bisa dibayangkan sekiranya mengikuti pola kandidat lain yang jor-joran beriklan,” bebernya. Rahman menuturkan, kesederhanaan SuKa tidak hanya tampak dalam urusan pembiayaan sosialisasi tapi kandidat yang diusung dalam hal ini Supomo Guntur dan Kadir Halid juga memang selalu sederhana. Soal jumlah cost yang sudah dikeluarkan pasangan SuKa hingga saat ini, dan cost yang disiapkan hingga hari H nanti, Rahman mengaku tidak tahu persis nominalnya berapa. Calon Wakil Wali Kota, Busrah Abdullah yang sempat dimintai tanggapannya melugaskan, cost politic itu disesuaikan dengan kebutuhan tim dan relawan. “Kita juga pasti mempersiapkan anggaran untuk pergerakan tim, dan itu cuma dana transportasi, mengenai besarnnya ya itu urusan tim,” jelasnya, malam tadi. Bahkan mengaku kalau dana cost yang disiapkan memang ada, namun tidak etis baginya menyebutkan berapa besar anggaran tersebut. Begitu juga dengan Adil Patu, enggan membeberkan, berapa uang yang dihabiskan untuk melakukan sosialisasi majunya dia di Pilwalkot Makassar untuk kedua kalinya. “Ya, kami memang telah mengeluarkan anggaran karena kami sudah bekerja sejak jauh-jauh hari,” singkatnya

About Himapol Unhas

Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UNHAS (HIMAPOL UH) merupakan Lembaga Mahasiswa Jurusan yang berkedudukan di FISIP UNHAS dan Sebagai wadah pengembangan karakter dan keilmuan khususnya Ilmu Politik

Posted on July 30, 2013, in Artikel Politik. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Kesan Pesan Untuk HIMAPOLMU

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: